Alien menelusuri asal usul umat manusia hingga Afrika – Ooni

Alien menelusuri asal usul umat manusia hingga Afrika – Ooni

Ooni dari Ife, Yang Mulia Kaisar Oba Adeyeye Ogunwusi Ojaja II, menggambarkan warisan budaya Nigeria sebagai potensi ekspor yang sangat besar yang mampu mendorong peremajaan ekonomi.

Ooni Ogunwusi mengatakan hal ini di Ile-Ife pada akhir pekan saat perayaan bersama festival Alafere, Oya dan Ijugbe yang menarik banyak peserta dari dalam dan luar Ile-Ife terutama masyarakat Bariba dan Nupe di negara bagian Niger dan Kwara Nigeria. .

Raja terkemuka Afrika yang merupakan pemimpin spiritual ras Yoruba mengatakan perayaan tersebut adalah untuk memuliakan Tuhan Yang Maha Esa yang ia gambarkan dalam bahasa Yoruba “Oba ti a ko ri, ti an ri ise owo e” (Tuhan yang tidak terlihat, namun memiliki dampaknya selalu terasa.

Ooni bertanya-tanya mengapa festival dan warisan budaya tidak mendapat perhatian yang diperlukan dari warga negaranya, dan mengatakan hal ini telah mempengaruhi pertumbuhan festival dan budaya lokal di negara tersebut.

Ia juga mengungkapkan ketidaksenangannya karena orang asing menganggap budaya, misteri, dan festival Afrika sebagai warisan aslinya.

“Warisan kita sangat kuat. Semua hal yang kita rayakan mungkin asing bagi banyak orang yang tinggal di Nigeria dan Yorubaland, namun di Dunia Barat saya baru saja kembali dari Inggris dimana saya bertemu dengan Keluarga Kerajaan Inggris dan mengunjungi British Museum. jangan bercanda dengan budaya kita. Semua hal ini sangat penting bagi mereka. Mereka menelusuri asal usul umat manusia hingga ke Afrika dan semua fakta ini dipajang di perpustakaan dan museum mereka. Mereka percaya pada kekuatan dan kekuatan dari semua festival ini. Sudah waktunya bagi kita (orang Afrika) untuk menghargai apa yang kita miliki.

“Kita harus merayakan apa yang diberikan alam kepada kita. Kebudayaan kita merupakan potensi ekspor yang sangat besar dan pariwisata merupakan salah satu perdagangan terbesar di dunia. Ini lebih besar dari banyak investasi yang dapat Anda pikirkan karena memiliki banyak pergerakan masyarakat. Dengan pariwisata, masyarakat dapat membangun kesamaan warisan dan latar belakang leluhur,” kata Ooni.

Dia menambahkan seruan kepada pemerintah di semua tingkatan untuk meningkatkan tingkat infrastruktur, dan menyatakan bahwa pemerintah harus mendukung upaya untuk memproyeksikan budaya Yoruba ke dunia.

“Sudah saatnya kita fokus pada pariwisata dengan meningkatkan infrastruktur dan mengemas seluruh warisan budaya ini. Sebagian besar warisan dan festival sangat tepat waktu dan menghasilkan manfaat.

“Pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap warisan budaya kita. Kami diberkati di sini karena pusat wisata dan objek wisata kami masih alami. Kita tidak perlu menciptakan wisata buatan dalam bentuk apa pun. Mereka punya banyak potensi wisata alam, makanya kita harus tunjukkan. Kami berharap pemerintah akan mengapresiasi kami suatu saat nanti,” tambahnya.

Sumber Obalejugbe, Mayor Chief Abiodun Akinrefon menyatakan, pemujaan dewa hujan IJUGBE di Ile-Ife akan mendongkrak perekonomian masyarakat.

Dia memuji Ooni dari Ife karena menghidupkan kembali dewa-dewa yang diabaikan di Ile-Ife yang sangat disayangi oleh orang asing, dengan mengatakan bahwa Obarese (IJUGBE) adalah penjaga hujan bagi umat manusia.

Menurutnya, saat para pendeta hendak mempersembahkan kurban kepada orang Obar di kuil Idi-Aje, hujan yang sudah lama tidak mau turun di kota kuno itu segera mulai turun.

Obalejugbe memastikan bahwa festival Ijugbe telah menyebabkan hujan deras di Ile-Ife dan kegagalan merayakan pola makan setiap tahun menyebabkan kelangkaan hujan yang menyebabkan kelaparan di negeri itu sementara cacar merajalela dan kematian di kota akan menyebabkannya.

Selain itu, Ketua Tertinggi Oyarekun Oyaro, Balogun Famia yang merangkap sebagai pendeta Oya, mengatakan bahwa curah hujan yang diminta menandai awal penanaman dan panen yang melimpah.

Ia mengimbau masyarakat untuk menghargai tradisi dan budaya masing-masing, seraya menambahkan bahwa mereka semua memiliki peran penting dalam kehidupan umat manusia.

Festival Oya-Igunnuko/Alafere/Ijugbe merupakan festival peralihan menyambut musim hujan beserta segala kelengkapannya seperti hujan, angin, dan badai petir.

Festival ini pada dasarnya untuk menunjukkan cara kerja Olodumare kepada umat manusia, untuk memberkati tanah agar dapat dipanen berkali-kali dan menghindari bencana.

Festival ini menyaksikan hujan lebat disertai angin dan guntur yang berlangsung selama dua jam untuk menandai dimulainya perayaan.

Sementara Ijugbe, juga dikenal sebagai Obarese, adalah dewa curah hujan, Oya (Igunnuko) dan Alafere adalah dewa angin. Mereka semua berasal dari keluarga ORANFE (Sango) dan termasuk di antara 401 dewa Yoruba yang memulai umat manusia.

Togel Hongkong