Bos Air Peace menginginkan perlindungan lebih bagi staf maskapai penerbangan di bandara

Bos Air Peace menginginkan perlindungan lebih bagi staf maskapai penerbangan di bandara

Ketua Perdamaian Udara, Allen Onyema, telah meminta Pemerintah Federal untuk memberikan keamanan yang memadai bagi personel maskapai penerbangan di seluruh bandara di negara tersebut.

Kantor Berita Nigeria (NAN) melaporkan bahwa Onyema menyampaikan permohonan tersebut saat memberikan pengarahan kepada wartawan di Lagos pada hari Senin.

Dia mengatakan seruan itu diinformasikan oleh serangan oleh beberapa penumpang yang dirugikan terhadap karyawan Air Peace dan maskapai penerbangan domestik lainnya.

Onyema mengatakan Air Peace memiliki beberapa tantangan yang mengharuskan pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan.

Dia berkata: “Pada hari Kamis, sayap salah satu pesawat kami, yang sedang ditarik di ruang yang sangat terbatas di landasan Bandara Murtala Muhammed di Lagos untuk keberangkatan, mengalami kontak sebagian dengan stabilizer ‘salah satu pesawat kami yang lain. pesawat.

“Kami kemudian menyatakan kedua pesawat tersebut tidak dapat dioperasikan sesuai dengan standar keselamatan tinggi kami

“Sementara kami berjuang untuk menyelesaikan tantangan ini dengan keputusan untuk memulai operasi kami lebih awal pada hari Jumat, sebuah truk yang dioperasikan oleh Skyway Aviation Handling Company menabrak pesawat kami yang lain di Bandara Benin dan pesawat tersebut sekali lagi dinyatakan tidak dapat digunakan lagi.”

Menurut dia, hilangnya tiga pesawat yang masing-masing beroperasi sekitar delapan jadwal penerbangan setiap harinya berdampak buruk terhadap operasional maskapai.

“Keputusan kami untuk membatalkan atau menjadwal ulang penerbangan membuat beberapa penumpang merasa dirugikan dan mereka kemudian menyerang staf kami dan merusak fasilitas kami.

“Perilaku seperti ini tidak dapat diterima dan penumpang harus dididik untuk mengetahui bahwa ada batasan terhadap apa yang dapat mereka lakukan di lingkungan bandara.

“Saya mengimbau pemerintah untuk memberikan pengamanan yang memadai bagi karyawan maskapai untuk mencegah kejadian buruk seperti itu di masa mendatang,” katanya.

Onyema mendesak pemerintah untuk melarang penjualan minuman beralkohol di ruang keberangkatan bandara karena pengalaman menunjukkan bahwa beberapa penumpang ilegal bertindak di bawah pengaruh alkohol.

Dia juga membantah isu berbagai biaya yang dikenakan pada maskapai penerbangan oleh berbagai lembaga penerbangan dan mengatakan hal itu telah membuat banyak maskapai penerbangan gulung tikar.

“Jika pajak ini tidak dikurangi, akan semakin banyak maskapai penerbangan yang bangkrut. Tidak ada maskapai penerbangan yang dapat bertahan dari rezim pajak ini. Saat ini kami membayar sekitar 37 biaya.

“Pajak sudah ada sebelum pemerintahan ini dan itulah sebabnya kami meminta mereka untuk menyederhanakan biaya sebagai bentuk dukungan kepada maskapai penerbangan,” kata Onyema.

Ia lebih lanjut mengidentifikasi tidak adanya struktur manajemen yang baik di beberapa maskapai penerbangan, tingginya biaya bahan bakar penerbangan dan kurangnya fasilitas modern di bandara-bandara di negara tersebut sebagai faktor-faktor lain yang menghambat operasional maskapai penerbangan.

Meski demikian, Onyema memuji Menteri Negara Penerbangan Senator Hadi Sirika yang telah menyelesaikan rehabilitasi landasan pacu bandara Abuja sesuai jadwal.

unitogel