Masalah Pemungutan Suara di Amerika |  titik tumpu

Masalah Pemungutan Suara di Amerika | titik tumpu

Dihadapkan dengan kekuatan ekonomi Tiongkok yang semakin besar dan kurangnya kepercayaan terhadap Presiden Trump, Amerika Serikat mengalami penurunan tajam dalam jajak pendapat di kalangan elit kebijakan di kawasan.

Laporan survei ISEAS State of Southeast Asia 2020 mengenai elit kebijakan di 10 negara Asia Tenggara sulit dibaca oleh AS karena dua alasan.

Pertama, Tiongkok telah melampaui Amerika sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara. Dalam laporan tahun 2020, hanya 7,9% yang menganggap AS sebagai kekuatan ekonomi terkemuka di kawasan ini, dibandingkan dengan 79,2% yang menganggap Tiongkok. Dalam hal pengaruh strategis dan politik, hanya 26,7% yang memandang AS sebagai kekuatan utama, dibandingkan dengan 52,2% yang memandang Tiongkok. Responden yang berasal dari 10 negara Asia Tenggara tidak melihat Amerika Serikat lebih kuat dibandingkan Tiongkok baik dalam hal strategis ekonomi maupun politik. Di kedua sisi, kesenjangan antara persepsi mengenai Tiongkok dan Amerika Serikat sebagai kekuatan utama di kawasan ini lebih besar pada tahun 2020 dibandingkan pada tahun 2019.

Kedua, Presiden Trump merupakan masalah bagi AS di Asia Tenggara. 60,3% responden setuju bahwa pergantian presiden di AS akan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap negara tersebut, termasuk 76,9% responden Singapura. Tahun ini, 77% responden berpendapat bahwa keterlibatan AS di kawasan ini menurun, sementara hanya 9,9% yang setuju dengan pemerintahan Trump yang berpendapat sebaliknya. Sekali lagi, hasil tahun 2020 untuk pertanyaan ini lebih tajam dibandingkan tahun 2019.

Hasil jajak pendapat ISEAS ini sangat mirip dengan jajak pendapat Lowy Institute tahun 2019 di Australia. 76% warga Australia yang disurvei tidak mempercayai Presiden Trump untuk “melakukan hal yang benar dalam urusan dunia”, dibandingkan dengan 70% pada tahun 2018. Angka ketidakpercayaan terhadap Presiden Xi dari Tiongkok masing-masing adalah 68% dan 44%. Dua pertiga warga Australia yang disurvei setuju bahwa Presiden Trump melemahkan hubungan aliansi antara AS dan Australia yang merupakan landasan kebijakan pertahanan Australia. Dalam jajak pendapat Lowy tahun 2018, 55% memilih Tiongkok sebagai kekuatan utama dunia dibandingkan dengan 29% yang memilih AS.

Dalam laporan tahun 2020, hanya 7,9% yang menganggap AS sebagai kekuatan ekonomi terkemuka di kawasan ini, dibandingkan dengan 79,2% yang menganggap Tiongkok.

Jajak pendapat Pew Center baru-baru ini di enam negara Asia (india, Filipina, Jepang, Korea Selatan, India dan Australia) juga sejalan dengan hasil ISEAS. Keenam negara tersebut menyatakan pandangan yang lebih positif terhadap Amerika Serikat dibandingkan kepercayaan terhadap Presiden Trump untuk “melakukan hal yang benar dalam urusan dunia”. 77% warga Korea Selatan yang disurvei memiliki pandangan positif terhadap AS, namun hanya 46% yang mempercayai Presiden Trump. Di antara 6 negara Asia ini, Filipina menyatakan pandangan yang paling mendukung AS dan Trump, sementara Indonesia paling tidak mendukungnya.

Hasil pemilu presiden AS bulan November ini akan membantu menentukan apakah hasil survei ISEAS tahun depan lebih mudah dilihat oleh masyarakat Amerika.

situs judi bola online